sering kesal, bila mana waktu tidur mulai jumpa. rindu dan semua gagasan tentangmu, tanpa di undang sering bertamu. menunda lelapku. membuat tidur ku tertampar cemas tak menentu.
apa kau pun begitu.?
memang aku yg dari awal memilih luluh. tak perduli jika nantinya akan jatuh, tetap mengasuh rasa yg terbalas acuh. terus saja bersikukuh untuk bisa bersimpuh di hatimu yg angkuh.
hadir ku yg selalu kau tiadakan, meski aku berupaya untuk terus ada. tak pernah ingin kau menyudahi permainan, meski bagiku kau sudah menang.
aku yg tak ingin kamu pergi, tiada lalu melupa. walau aku juga tak tau hatimu tertuju untuk siapa, sudah damai dengan hubungan tanpa kejelasan aku sebagai apa, asal kita bersama.
ahh, sebenarnya aku memang tak tau cara berperan sebagai kekasih.
jujur saja, aku memang tak pernah menyinggung perihal rasa. terkadang, kamu seperti membuatku merasa istimewa,nyaman dan aman.
namun kadang, kamu bersikap sangat acuh dan tak perduli. itulah yg membuatku takut untuk menyinggung masalah rasa.
memang, aku sangat rapuh perihal hati!
aku belum benar-benar siap, jika harus mendengar jawaban yg meremukkan dada. aku masih takut untuk jatuh dan kecewa kembali, lagi.
setelah beberapa hari tak ada kabar mu, kini aku terserang sendu karena rindu.
ingin ku mengirim pesan padamu, namun hati berkata "jangan dulu".
kadang, ketika pikiran ku tak menentu, aku berperasangka buruk tentang mu. kau sibuk dengan yg lain. aku tak punya hak untuk melerai, apalagi cemburu. sadar ku muncul begitu saja. aku bukan siapa-siapa.
andai saja kamu tau, kau adalah sesuatu yg sangat panjang dan indah untuk aku tulis di buku diary ku. namun sangat sulit untuk aku baca dan artikan.
jika boleh memilih, harusnya waktu itu aku tak menaruh perasaan apa-apa. namun aku juga manusia biasa, tak tau pada siapa akan menaruh rasa.
sayangnya, kau seperti tak punya bahasa hati. seolah tak mau mengerti tentang tanda-tanda yg aku beri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar