aku bukan penyair. aku pula tidak pandai puisi. apalagi merayu dengan bahasa persuasif yg indah atau puitis. hanya saja, aku sedikit melankolis. tidak bisa di takar, namun cukup berpengaruh besar.
perihal hati, aku belum begitu mengerti. menjadi manusia yg tidak apa adanya pun masih sering. aku belum sampai pada puncak jati diri. terkadang aku pun sok paling mengerti tentang hati, namun sering juga salah mengarti.
hatiku belum benar-benar kuat, masih goyah terombang-ambing.
hati ku belum mampu sekuat ayah. bekerja siang malam, memeras keringat dan kokoh menopang beban keluarga, menahan dengan sok tegar semua tanggungan keluarga agar tetap terjaga keutuhan keluarga kecilnya.
aku pun belum mampu setegar ibu, dengan adonan rasa yg khas dan rancangan rencana yg sama sekali tak ku mengerti, agar supaya keharmonisan keluarga tetap berjalan sesuai ketentuan.
ahh, aku belum sampai pada beban yg seperti itu.
hati ku masih sering goyah, tak jarang hati dan pikiran tak sejalan.
apalagi perihal rasa.
ahh sudahlah.
jangan membicarakan ku terus, nanti km malah cinta.
atau malah kamu muak terus meninggalkannya.
yg pasti, aku selalu melakukan yg terbaik setiap kali dan setiap hari.
sudah itu saja
Jumat, 15 Maret 2019
perihal rasaku...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar