Kamis, 21 Februari 2019

amor ku beku

rasanya kemarin kita masih bersama. bercanda dan tertawa dalam ketidak lucuan, menangis pilu tanpa sendu, berbicara lewat pesan tertulis atau pesan suara sampai larut, dan bertukar cerita, jawab dan tanya.
kita membangun mimpi-mimpi fana.
hingga merancang rancangan masa depan yang bersama.
kala itu, aku bahagia namun tak terasa. membayangkan terwujudnya khayalan tanpa dasar keyakinan dan kemampuan.
.
kini....
untuk bertegur sapa saja aku ragu. terasa seperti orang yang asing, tapi mengintai perlahan dengan diam. kabar hati pun sudah tak penting. yg perlu di telusuri hanya afiatnya saja. 
seketika, secuil mimpi pecah berserakan di depan tatapan kosongku. serpihan pun menancap persis pada hati. lara juga menemukan tempat untuk bersemayam pada rasa.
.
"aku tak apa"
kata sederhana yg mencoba ku jadikan kekuatan. meski terdengar naif, aku harus tetap tegar. 
tertatih melawan perih, merangkak maju ke ambang, sudah menjadi rutinitas.
harap ku tak banyak. bahagialah meski tanpa ku.
setidaknya jangan jadikan kepiluan ku sia-sia....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar