Kita....
Adalah rindu yang saling enggan untuk bertemu..
Kita….
Adalah harapan yang berserakan dikepasrahan..
Kita….
Adalah dua yang saling dipersatukan dalam doa..
Kita….
Adalah pejuang yang memilih berhenti untuk berperang..
Kita….
Adalah inang yang bila saling melekat tanpa sebuah ikatan..
Kita….
Adalah waktu yang telah berlalu untuk dijadikan pembelajaran....
Kita….
Adalah hilang dengan temu yang sempar hadir dipengharapan....
Kita….
Adalah angin yang bertebaran hingga meluluhlantahkan....
.
Namun, semua itu hanya kisah yang pernah singgah....
Bak dongeng yang tak mungkin terulang....
Selayaknya masa lalu yang tak bisa diminta untuk kembali dipersuguhkan....
Izinkan tintaku membentuk sajak tentang ”kita”
.
Bak penulis yang menciptakan sebuah karya dengan suka cita....
Anggap saja aku benalu yang bisa kapanpun membinasakanmu....
Maka, Pergilah!!
Temukan rumahmu yang layak untuk diperjuangkan....
Bukan hanya sekedar untuk dijadikan tempat persinggahan....
Bolehkah aku menyemogakan kita?
“kita” yang membisu diperadaban, menderu dipersujudan, serta mengais diperjalanan....
Bisa dipersatukan pada sebuah ikatan atas ridha-Nya....
Sebab, kini….
“kita” hanyalah sebuah kisah tanpa temu lagi yang bertuah....
.
.
.
.
.
.
.
forwarded by: dewi indarwati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar