Senin, 06 Agustus 2018

sajak-sajak sejuk

angin gemuruh menciptakan langit semakin petang....
kata-kata lusuh tanpa permisi merasuki pena ku....
menari dengan dentingan khas, garis-garis sampul kusam pun terlewati....
tak sadar, sampailah tanda "titik" rambu untuk berhenti....
.
ku baca dari pojok atas kiri hingga ujung bawah....
yang ku tau itu adalah sajak-sajak sejuk....
bahasa puisi menempel dengan akrab....
namun makna masih menjadi misteri untuk hati....
.
biarlah catatan itu menjadi arsip untuk ruang paru....
tersimpan rapi sebagai kosakata untuk sang pencipta syair(hati)....






musyafa..
wonosobo. 7 agustus 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar